Tuesday 12 July 2011

Hasil Survei: Anak Muda Islam Indonesia-Malaysia Tolak Poligami ?


Sebagian besar pemuda Muslim di Indonesia dan Malaysia tampaknya menolak untuk berpoligami namun tetap enggan secara terbuka mendukung pernikahan antaragama atau seks pranikah, survei terbaru menunjukkan.

Dalam survei yang dikoordinasi oleh dua lembaga Jerman berbasis budaya, menyatakan bahwa 86,5 persen dari 1.496 pemuda muslim Indonesia yang diwawancarai dan 72,7 persen dari 1.060 warga Malaysia mengatakan mereka menentang praktek poligami. Dan perempuan lebih menentang poligami dibandingkan dengan laki-laki menurut survei tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa pendapat di kalangan muda di kedua negara mayoritas Muslim tersebut telah bergeser dari sudut pandang tradisional yang memandang poligami sebagai ajaran Islam, menurut ringkasan survei yang dirilis Senin kemarin (11/7) oleh Goethe-Institut dan Yayasan Friedrich Naumann untuk Kebebasan.

Semua responden anak muda muslim yang berpartisipasi dalam wawancara tatap muka dilakukan pada Oktober dan November tahun lalu berusia antara 15-25 tahun.

Indonesia dan Malaysia memiliki populasi terbesar muslim di Asia Tenggara dan poligami telah menjadi diperdebatkan secara luas di kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok-kelompok perempuan mengatakan banyak pria yang melakukan pernikahan poligami mengabaikan istri dan anak-anak yang ada secara finansial dan emosional.

Aktivis HAM memperkirakan praktek poligami di Malaysia sekitar 5 persen dari pernikahan yang ada. Praktek ini dianggap lebih luas di Indonesia, namun banyak pernikahan poligami dilakukan secara diam-diam di masjid dan tidak dicatat oleh negara.

Sembilan puluh dua persen dari responden warga Indonesia dan 62 persen dari Malaysia mengatakan mereka tidak mau menikah dengan seseorang dari agama yang berbeda, hasil survei mengatakan.

"Bahkan jika mereka bersedia untuk menikah dengan pasangan dari keyakinan berbeda, mereka ingin pasangan mereka untuk masuk Islam," lapor survei tersebut.

Hanya 1,4 persen dari Indonesia dan 1,6 persen dari Malaysia yang disurvei mengatakan seks pranikah diterima.(fq/cp)

0 comments:

Post a Comment