Website Para Ustadz

Kumpulan website resmi para ustadz-ustadz terpercaya, Insha Allah.

Googling atau Yufiding?

www.yufid.com adalah islamic search engine, atau mesin pencari ilmu-ilmu islam.

Sunnah Witir diluar Ramadan

“Wahai orang-orang yang cinta kepada Al-Qur’an, shalat witirlah, karena sesungguhnya Allah itu ganjil yang menyenangi (shalat) yang ganjil.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah)

7 Orang Sukses Kuliah sambil Ngaji

Sukses Dunia Akhirat, Why Not?

Waktu-Waktu Terkabulnya Do'a

Jika bekerja pun ada waktu-waktu yang tepat,begitu pula dengan Do'a

Friday, 28 September 2012

Sudahkah Anda Menerapkan Kalender Hijriyah ?


Ingatkah ketika kecil dahulu kita pernah menghafalkan nama-nama bulan dalam perhitungan tahun Hijriyah? Dalam masa itu, kuat daya ingat kita sehingga dengan fasih kita melontarkannya ketika diminta untuk menyebutkan.
Muharram, Shafar, Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqo'dah, dan Dzulhijjah. Semuanya lengkap terjawab beserta urutannya yang sesuai. Namun kini, cobalah kita bertanya kepada beberapa orang yang ada di sekitar kita—berapakah yang menjawab sempurna? Atau pertanyaannya, berapakah orang yang menggeleng tanda tak tahu?
Sebagian besar mungkin akan mengernyitkan dahi: Apa pentingnya? Toh umat juga sudah terbiasa menerapkan kalender Masehi dalam segala kepentingan sehari-hari. Meskipun saya masih dapat menyebutkannya tapi kan tetap tak terpakai? Begitulah respon bagi mereka yang sempat melemparkan hujjahnya.
Secara fakta, memang benar demikian. Coba perhatikan, mulai dari lembaga perbankan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, hingga perniagaan—semuanya memang benar menerapkan sistem penanggalan Masehi dan hal itu telah lama berlaku bagi seluruh dunia. Tapi pernahkah kita memikirkan mengapakah hal itu bisa terjadi? Bahwa sistem yang diakui adalah sistem yang dibuat oleh orang di luar Islam. Coba camkan sejenak—betapa hebatnya sistem tersebut hingga seluruh dunia patuh mempraktekkannya dalam setiap lini lifetime mereka…
Wahai ikhwan, sesungguhnya sistem itu adalah sesuatu yang sengaja untuk dibuat,dan setiap sistem yang dibuat memiliki visi dan misi, tentu saja karena sistem dibuat oleh kaum kafir maka sudah jelas tujuannya  untuk memalingkan umat Islam dari syariah Islam dan menggantikannya dengan syariah jahiliayah. Sistem itu begitu lumrah karena diperaktikkan disemua lini kehidupan. Sebagai umat Islam yang cita Islam, coba flashback lagi ke masa kecil, bukankah tugas kita hanya menghafal nama-nama bulan Hijriyah dan tidak dibiasakan untuk menggunakannya?
Begitu pun apa yang terdapat di dinding-dinding rumah kita, setiap tahun berganti—kalender Masehi kembali lagi. Beberapa waktu lalu, pernah seseorang membagi-bagikan secara cuma-cuma kalender Hijriyyah, tapi respon yang didapat tak sebagus tujuan dakwah yang ingin dicapai. Mereka yang diberi malah melontarkan keluhan yang beragam, diantaranya, "Wah, terimakasih, ya. Tapi kayaknya saya nggak ngerti cara melihat tanggalnya, tuh!", "Aduh, di rumah saya—kalender seperti ini nggak kepake, mas. Soalnya, malah bikin pusing…", bahkan ada yang terang-terangan menolak dengan mengatakan, "Ada yang kalender Masehi aja, nggak? Kalau ini bikin bingung karena ada tulisan Arabnya segala…" Keadaan lain pernah saya temukan di beberapa rumah yang pemiliknya muslim, kalender Hijriyyah memang terdapat disana tapi lembaran bulannya masih menunjukkan beberapa bulan yang telah lewat—itu artinya ia dibiarkan tak terperhatikan. Atau di tempat yang berbeda malah tertutupi kalender Masehi. Yang sangat jelas, ia tak sepopuler karya cipta kaum kafir itu.
Untuk diketahui, tahun Hijriyyah mulai diterapkan oleh Umar bin Khattab di masa kepemimpinannya yaitu tahun 13-23 Hijriyyah. Beliau memprakarsai penetapan perhitungan tahun yang didasarkan kepada peredaran bulan, sehingga terdapatlah dua pembagian jumlah hari dalam setiap bulannya yaitu bulan ganjil dan bulan genap. Sementara sahabat yang memiliki gagasan untuk memilih momentum hijrah sebagai landasan dalam membuat penanggalan Islam tersebut adalah Ali bin Abi Thalib. Kalau saja, penamaan sistem penanggalan tersebut diarahkan kepada masa pemerintahan yang sedang berkuasa saat itu, bisa saja dinamakan Tahun Khalifah Umar. Seperti tahun Masehi yang diambil dari gelaran nabi Isa bin Maryam yang dipertuhan oleh umat Nasrani atau seperti tahun Saka di Jawa yang diperoleh dari nama seorang rajanya yang bernama Aji Saka. Hal ini merupakan pertanda juga bahwa Islam mengajarkan untuk tidak ghuluw atau berlebih-lebihan pada sesuatu yang bersifat pengkultusan terhadap seseorang dan menutup celah yang bisa mendatangkan kemusyrikan.
Hijrah Rasulullah beserta kaum Muhajirin dari bumi Mekkah ke Madinah merupakan momentum sejarah yang teramat penting bagi perkembangan Islam selanjutnya. Terlebih setelah peristiwa eksodus tersebut kemajuan dunia Islam bisa mencapai kejayaannya, sehingga hal inilah yang menjadi pondasi yang tepat bagi penamaan tahun Islam.
 Berkaitan dengan bulan-bulan Islam, Allah Ta'ala dalam firman-Nya yang berbunyi;
Artinya, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah duabelas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. at-Taubah, 9:36)
Empat bulan haram yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Allah memasukkan keempat bulan itu dalam kelompok bulan-bulan haram dikarenakan pada bulan tersebut terdapat pelarangan untuk berperang, membunuh, dan melakukan perbuatan maksiat lainnya, bukanlah pula berarti perbuatan maksiat  boleh dilakukan di luar ke-empat bulan itu, akan tetapi ganjaran dosa yang diancamkan jauh lebih besar.
Kembali kepada sistem yang digunakan dalam perhitungan tahun Hijriyyah yaitu didasarkan pada peredaran bulan. Menurut peredaran bulan, jumlah hari-hari dalam satu tahun terdapat 354,36705 hari dibagi 12 bulan sehingga menjadi sekitar 29,530588 hari. Dari perhitungan tersebut maka terbentuklah bulan genap dan bulan ganjil. Dalam sebuah hadits periwayatan Imam Bukhari, Rasulullah bersabda yang artinya, "Bershaumlah dan berbukalah karena melihat bulan. Jika keadaan tertutup mendung sehingga tak dapat melihatnya maka sempurnakanlah Sya'ban menjadi 30 hari." Keadaan yang disebutkan pada hadits tersebut yaitu menunjukkan bulan yang tak sempurna adalah yang terdiri dari 29 hari dan bulan yang sempurna adalah yang 30 hari.
Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah lil buhutsil ‘ilmiyyah wal ifta' yaitu Komisi Tetap untuk pembahasan ilmiah dan fatwa kerajaan Saudi Arabia telah mengeluarkan fatwa no. 2072 tentang hukum menggunakan kalender Masehi yaitu tidak boleh bagi kaum muslimin menggunakan kalender Masehi karena sesungguhnya hal tersebut merupakan tasyabbuh kepada orang-orang Nashara dan hal itu termasuk kepada syi'ar agama mereka. Dan kaum Muslimin diharamkan mengikuti syi'ar orang-orang kafir. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam  Ahmad tentang larangan keras mengikuti syi'ar orang kafir. Dari Abu Munib,dari Ibnu Umar R.A, dia menceriterakan, Rasulullah saw bersabda: "Aku diutus menjelang kiamat dengan membawa pedang sehingga hanya Allah saja diibadati yang tiada sekutu bagi Nya. Rezkiku dijadikan dibawah naungan tombakku. Kehinaan dan kerendahan dijadikan kepada orang-orang yang menentang perintahku. Dan barang siapa menyerupai suatu kaum,maka dia termasuk golongan mereka".
Dari penjelasan dan keterangan hadits ini sepatutnya  kaum Muslim segera beralih kepada Kalender Islam, kita saksikan ditahun baru masehi yang baru saja berlalu, kita saksikan banyak orang Islam bergembira dengan tahun baru dan ikut pula merayakannya,sadarkah mereka tahun barau apa ini? Kalender apa yang dipakai selama ini, bukankah kita mempunyai kalender hijrah, mengapa kita  mengabaikannhya? Cinta Islam harus ditumbuh suburkan,Izzah Islam harus dikobarkan, umat Islam hanya bisa mulia kembali jika kita semua kembali menghidupkan nilai-nilai sejarah  dalam keluarga dan masyarakat kita. Otak yang telah dikotori oleh materialisme, sekularisme, pluralisme, liberalisme (sepilis), hedonisme harus segera dicuci ulang dengan Islam. Adakah kalender islam dirumah anda?
Ketahuilah bahwa Islam itu bersifat totalitas, pun termasuk dalam sistem penanggalan karena hal tersebut yang telah dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah saw. Sementara Rasulullah sendiri menyatakan dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa barangsiapa berusaha menyerupai suatu kaum maka ia masuk dalam golongan kaum tersebut. Beliau selalu menyelisihi apa-apa yang menjadi ciri umat dari luar Islam, oleh karena itu bagi kita sebagai umatnya, mari selisihi syi'ar-syi'ar mereka dan mari mulai sekarang. Wallahu ‘alam bishawwab. (Ghomidiyah)

Friday, 31 August 2012

Gadget Kalender Hijriah

Setelah googling kesana kemari mencari kalender hijriah untuk PC, akhirnya ketemu juga , meskipun sedikit pusing karena situsnya milik orang Iran (situsnya full bahasa Persian).
Bagi yang ingin mendownload Hijri Shamsi Calendar Gadget for Windows 7 bisa langsung download DISINI
Setelah di download, kemudian di Install maka gadget akan muncul di layar desktop kita. Kemudian kita cukup melakukan setting sedikit agar Gadget menampilkan penaggalan Hijriah, klik kanan pada Gadget Hijri Shamsi tadi kemudian ganti pilihan pada kolom paling atas seperti gambar berikut

Bagi yang ingin mendapatkan Gadget Kalender Hijriah yang lebih menarik dengan anek warna-warni bisa langsung mengunjung website sumbernya Gita.ir

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa saya mencari gadget ini? Tahukah kalian sahabatku seiman,bahwa penanggalan yang ada di seluruh penjuru dunia merupakan penaggalan masing-masing agama. Misalnya Hijriah adalah penaggalan yang berasal dari peradaban Umat Islam, bukanlah penanggalan dari peradaban Bangsa Arab. Dan begitu pula Kalender Masehi, merupakan penanggalan Umat Kristiani, bukanlah penanggalan dari negara-negara barat. Lantas apakah pantas kita mengaku Umat Islam sedangkan kita tidak tahu tanggal berapa hari ini menurut Penanggalan Hijriah?

Rangkaian ibadah baik wajib maupun sunnah dalam Islam PASTI menggunakan Penanggalan Hijriah, Islam tidak mengenal penanggalan selain itu. Misalnya perhitungan Haul dalam Zakat, Puasa-Puasa Sunnah seperti puasa Ayamul Bidh, Arafah, Muharram, dsb

Insha Allah pada posting berikut kami akan membahas lebih jauh mengenai Kalender Hijriah.
Semoga Bermanfaat.

Friday, 24 August 2012

Islam di Ningbo (China)

Assalaamualaikum...
Alhamdulillah, Semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa salam, keluarga, shahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Tulisan singkat ini saya buat atas permintaan akhi amrullah -semoga Allah selalu menjaganya-. Tentang keadaan masyarakat muslim di negeri China, khususnya masyarakat muslim di kota Ningbo.

Selama keberadaan saya di sini sekitar 1 bulan lebih, saya telah mengunjungi beberapa kota dan propinsi di negeri China, sayangnya dari kota-kota tersebut mayoritas penduduknya bukan muslim. Saya tinggal di kota Ningbo propinsi Zhejiang sekitar tiga jam melalui perjalanan darat ke Shanghai-kota terbesar di China-. Ningbo bukan kota yang mayoritas penduduknya muslim, kebanyakan dari mereka menganut agama Konghucu maupun lainnya, sehingga banyak ditemukan temple.
Berbekal info dari google saya berhasil menemukan alamat masjid satu-satunya di Kota Ningbo, tapi sayangnya setiap orang yang saya tanya, tidak satu pun mengetahui keberadaan alamat tersebut. Proses pencarian masjid di kota Ningbo terpaksa terhenti karena berbagai kesibukan dan perjalanan dinas keluar kota. Hari Jumat pertama di kota Ningbo, saya izin keluar kantor, niatnya ingin mencari masjid dan sholat Jum’at, alangkah senang dan bahagianya ketika itu, karena teman satu kantor ada yang bersedia mengantar dan mencarikan saya masjid (mungkin dia tahu alamat masjid tersebut- pikir saya dalam hati-), tapi sayangnya dia salah pengertian, saya malah diantar ke gereja.

Jejak Islam Ningbo CinaRestoran dan rumah makan muslim banyak bertebaran di kota ini, dengan ciri khas pelayannya memakai peci putih dan baju koko atau memakai jilbab/kerudung dan ada plang halal dalam tulisan arab maupun mandarin, ada juga yang menempel semacam sertifikasi halal dari instansi yang berwenang. Namun sayangnya karena keterbatasan ilmu dan sarana dalam menuntut ilmu banyak diantara mereka yang belum tahu tentang adab-adab islam, diantaranya masih makan dan minum dengan tangan kiri. Awal pertama kali saya berkenalan dengan pegawai restaurant dan memperkenalkan diri bahwa saya seorang muslim, dia sangat senang dan menjabat tangan saya. Saya bertanya kepadanya di mana masjid kota ini? Dengan senang hati dia berusaha menunjukkannya, namun sayangnya karena saya juga baru belajar bahasa mandarin, saya tidak begitu mengerti apa yang dikatakannya.

Pada tanggal 10/04/10, ba’da Zhuhur saya melanjutkan kembali pencarian masjid di kota ini. Alhamdulillah setelah beberapa kali bertanya, akhirnya saya menemukan masjid satu-satunya di kota ini, di dalamnya ada dua orang yang sedang sholat. Bangunan masjidnya sangat khas dengan bangunan-bangunan cina lainnya, sambil menunggu waktu sholat Ashar, saya melihat-lihat lokasi di sekeliling masjid, sambil sesekali ambil foto, tak lama kemudian dua orang yang tadi sedang sholat keluar masjid, mereka menyapa saya dengan salam yang sangat fasih dan menjabat tangan saya (tidak dapat digambarkan senangnya hati saya ketika itu), lalu saya mengatakan bahwa saya dari Indonesia. Tak lama kemudian, datanglah pengurus masjid dan kembali menyapa saya dengan salam yang sangat fasih, dia sekaligus imam dan ustadz di masjid ini, masjid ini juga memiliki ruang perpustakaan, madrasah dan lain sebagainya. Dia juga fasih berbahasa arab, lalu kami berkenalan: mereka adalah Daud, Sulaeman, dan Harun. Ketika kami sedang berbincang dan berjalan di area masjid, datang juga dua orang muslim dari Yordania, mereka juga sedang berusaha mencari masjid, kemudian kami foto bersama.

Ketika diberi jadwal sholat 5 waktu, saya lihat ada perbedaan yang begitu mencolok untuk waktu Zhuhur dan Ashar, yaitu berbeda sekitar 1-1,5 jam dari jadwal sholat yang saya punya, untuk waktu Zhuhur jam 13.00, sementara di jadwal yang saya punya sekitar jam 11.55. Waktu Ashar sekitar jam 16.50, sementara di jadwal yang saya punya sekitar jam 15.31, namun jika saya lihat tergelincirnya matahari yang lebih mendekati kebenaran -InsyaAllah- adalah jadwal sholat yang saya miliki.
Ketika tiba waktu ashar kami sholat berjamaah, dengan jumlah jamaah ketika itu sekitar 5, setelah itu saya pulang, dan mereka berpesan untuk selalu pergi ke masjid dan berdo’a.

Beberapa fenomena ketika sholat:
  1. Imam tidak berdiri mendekati sutroh (pembatas ketika shalat)1.
  2. Tidak ada jama’ah kedua dalam masjid, untuk orang datang terlambat.
  3. Jika sholat sunnah, tidak ada yang mendekati sutroh.
  4. Tidak terlihat memberi isyarat ketika tasyahud.
  5. Bersedekap tidak di dada.
  6. Duduk iftirasy ketika tasyahud akhir pada sholat 4 rakaat.2
  7. Kurang thuma’ninah ketika sujud.3
  8. Masih menggunakan biji-bijian tasbih ketika berdzikir.
Demikianlah tulisan yang dapat saya berikan, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Satu hal kenikmatan berada di Negara muslim adalah, nampaknya syiar-syiar islam, seperti kemudahan dalam menuntut ilmu, banyaknya masjid, berkumandangnya adzan, kemudahan dalam mencari makanan halal, yang semua ini sulit didapatkan dan ditemukan di negara yang penduduknya bukan muslim seperti China. Maka bersyukurlah bagi kita yang tinggal dan lahir di negara yang mayoritas penduduknya beragama islam seperti Indonesia.

Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Penulis: Fathoni A.
Editor: M.A. Tuasikal

1 Sebagian ulama menganggap sutroh wajib sebagaimana anggapan penulis, dan sebagian lagi tidak sampai mewajibkannya.
2 Ini pendapat dari Imam Abu Hanifah dan yang sepaham dengannya.
3 Sebagian ulama mengatakan bahwa thuma’ninah adalah sekedar membaca bacaan wajib ketika sujud. Sebenarnya thuma’ninah merupakan bagian dari rukun shalat. Jika thuma’ninah seperti ini tidak ada, maka shalatnya jadi bermasalah.
*Bagi Ikhwan atau Akhwat yang ingin berbagi info-info islam di belahan dunia, bisa mengirimkannya ke email muslim.or.id@gmail.com. Jazakumullahu khoiron