Website Para Ustadz

Kumpulan website resmi para ustadz-ustadz terpercaya, Insha Allah.

Googling atau Yufiding?

www.yufid.com adalah islamic search engine, atau mesin pencari ilmu-ilmu islam.

Sunnah Witir diluar Ramadan

“Wahai orang-orang yang cinta kepada Al-Qur’an, shalat witirlah, karena sesungguhnya Allah itu ganjil yang menyenangi (shalat) yang ganjil.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah)

7 Orang Sukses Kuliah sambil Ngaji

Sukses Dunia Akhirat, Why Not?

Waktu-Waktu Terkabulnya Do'a

Jika bekerja pun ada waktu-waktu yang tepat,begitu pula dengan Do'a

Friday, 8 April 2011

Islam Liberal Bisa Jadi Dasar Negara Indonesia Di Tahun 2014


"Sekiraya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami bukakan pada mereka keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka lakukan".(QS.7:96)

Satu-satunya Negara yang tidak jelas kelaminnya adalah Indonesia. Pertama ia tidak mau disebut negara sekular meskipun tidak menjalankan hukum Allah, tapi juga tidak mau disebut Negara agama meski agama kadang diboncengi untuk kepentingan politik.

Ahmadiyah yang digebuki orang tidak jelas, FPI yang disalahi. Rakyat yang minta membubarkan sekte sesat, tidak didengarkan. Tetapi, surat dari kongres dari Amerika untuk tidak membubarkan Ahmadi secepat kilat disambat.

Kalau begini dasar Negara kita Islam Liberal saja. Lebih terang dan pas. Tidak ada lagi nanti kasus “kekerasan agama”. Tidak ada lagi fitnah bagi umat muslim hanya karena bunyi dar..der..dor (baca: bom buku). Bahkan KPK tidak perlu lagi bekerja menggasak koruptor, karena penjara sudah penuh oleh aktivis muslim yang berkata Syariat Islam adalah harga mati. Nah, lebih baik bukan?

Menteri Agamanya Ulil Abshar Abdalla. Adnan Buyung Nasution didaulat di pos Kehakiman. Hendardi cukup jadi Jaksa Agung. Menteri Pendidikannya Syafi’i Ma’arif.

Ujian Nasionalnya kita ganti dari matematika menjadi Pluralisme Agama. Dari bahasa Indonesia menjadi berbeda-beda bahasa tapi menuju satu Tuhan yang sama.

Anak remaja tidak perlu lagi khawatir atas omelan orangtua, karena standar moral itu relatif. Benar menurut agama, belum tentu benar menurut statuta Indonesia. Bahkan yang mengklaim diri paling benar dicap pendusta.

Pemerintah tidak usah susah-susah mendirikan Sekolah Tinggi Agama, karena yang penting bagi masyaralat adalah menjadi orang baik. Kita ganti plang IAIN yang sudah liberal menjadi STM: Sekolah Tinggi Humanisme.

Nah kalau begitu, ongkos negara juga semakin berkurang. Karena intelejen tidak perlu mengawasi kemana para dai dan mubaligh pergi. Mereka sama-sama bisa duduk santai mengawasi dari balik kantor sambil minum kopi. Tinggal pencet remote dari layar kaca sudah bisa melihat da’i-da’i yang tidak lagi bicara ideologi.

Yang perempuan juga boleh merasa merdeka dari kewajiban menutup kepala. Julia Perez tidak perlu lagi membuat syariat baru lewat istiulah menjilbabkan hati. Ia hanya perlu sedikit capek untuk sowan ke kantor Nong Darol Mahmada dan membaca artikel Nong dengan syahdu: “Benarkah jilbab itu adalah syariat Islam?”

Atau kasus ketika Umar menjebloskan “istrinya” ke penjara karena berkelamin “dua”? Laki-laki penikmat sejenis seperti Ica, ketika Islam liberal menjadi dasar negara tidak usah turut ambil pusing. Homoseksual dan lesbianisme nanti sah-sah saja. Jargonnnya, sepeti kata “Ustadzah” Musdah Mulia: Allah tidak menilai seorang hamba dari orientasi seksualnya, tapi dari amalnya.

Para calon Nabi palsu? Akan diberikan kesempatan untuk lebar-lebar mengklaim dirinya sebagai juru selamat bangsa dan nabi penutup. Tak perlu sungkan apalagi tertutup. Seperti kata Ahmad Sahal, pentolan JIL, di Koran Tempo bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyuruh untuk membunuh nabi palsu, lagi pula Musailamah Al Kadzab itu diperangi karena memecah belah keutuhan umat, bukan perkara akidah. Jadi sombong betul MUI mengambil peran Tuhan.

Nah kalau sudah begini, Kebebasan menasbihkan diri menjadi Nabi palsu akan dijamin Undang-undang. Mereka akan disediakan lapak untuk bersabda bahwa dirinya bukan orang sembarangan.

Sekalipun ada Nabi palsu yang diperangi, hhsshh…tenang saja, akan hadir berbagai fihak yang membela sampai mati. Ia akan muncul sebagai konsultan nabi-nabi palsu di kemudian hari dengan menyatakan Nabi Muhammad SAW juga diperangi saat berdakwah. Ya persis apa kata Luthfi Asysyaukanie pengasong liberal di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan menyamakan kasus Lia Eden dengan baginda Nabi.

Para pelacur juga dari sekarang mesti bersiap-siap untuk terkaget-kaget. Niat mereka untuk taubat ternyata batal hanya karena perzinahan jadi fatwa halal. Seperti pertanyaan Sumanto Al Qurthuby, “Apa bedanya pelacur dengan dosen? Dosen mencari makan dengan menjual ilmunya, pelacur mencari makan dengan menjual tubuhnya.”

Nah jadi barisan kelompok JIL ini sepertinya tinggal menunggu waktu saja untuk semakin mendekat ke pusat kuasa untuk membuat Indonesia lebih hancur lagi dari sekarang ini. Inilah demokrasi sistem yang diagung-agungkan sebagian umat Islam itu.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.(QS. Al Baqarah 120) (pz)

Thursday, 7 April 2011

Menyoal film pluralisme 'Tanda Tanya' garapan Hanung Bramantyo


Setelah film ”Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi, Hanung Bramantyo kembali menyutradarai film pluralisme terbarunya yang berjudul ”?” (Tanda Tanya). Bila melihat triller-nya di youtube, bisa dirasakan, film itu begitu kental dengan aroma sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme). Bisa dipastikan, film itu bakal menuai kontroversi tajam.

Hanung memang sengaja untuk memberikan judul film terbarunya dengan tanda tanya. Hal ini ditujukan agar para masyarakat berasumsi sendiri mengenai film yang menghabiskan dana sekitar 5 miliar itu. Dalam waktu dekat ini, film berkedok ”toleransi” tersebut akan beredar di sejumlah bioskop di Tanah Air pada hari Kamis (7/4/2011).

Sudah bisa ditebak, misi film Hanung yang bakal mendangkalkan akidat umat Islam ini. Umat Islam mengira film ini film religius, tapi nyatanya mengusung sepilis, bahkan mengajak umat ini menjadi murtad. Sebelum kecewa, umat Islam diserukan untuk memboikot film berbahaya dan menyesatkan ini.

Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda. Mereka adalah Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, Edmay dan Glenn Fredly. Film ”?” mengambil lokasi syuting selama 20 hari di kota Semarang, Jawa Tengah. Skenario film ini dipercayakan pada Titien Wattimena. Tya Subiakto juga dilibatkan untuk menangani musik di film ini.

“Saya pilih tempat di Semarang. Alasannya, karena di sana ada lima agama, tapi tidak pernah terjadi penusukan terhadap orang-orang agama. Ini sebuah film yang menceritakan kegelisahan saya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, Saya pribadi dan temen-temen yang ada di sini ingin berstatmen dalam bentuk film,” tukas Hanung saat syukuran dan Prescon pembuatan film ? (tanda tanya) di Radja Restauran, Gandaria Plaza, akhir tahun lalu (30/12/2010).

Bagi Hanung, film tanda tanya merupakan film idealis . "Ketika kita melakukan kritik sendiri terhadap agama kita, malah dianggap kafir dan munafik, sehingga kata-kata toleransi itu sendiri menjadi tidak sah. Kenapa ? Karena ketika saya bilang orang Indonesia harus toleran, malah dianggap lucu . Kalau Islam agama yang toleran, kenapa tiba-tiba ada penusukan pastur, ada sekelompok orang yang melarang orang untuk pergi ke gereja oleh orang-orang yang mengaku dirinya sebagai Ormas Islam," jelas Hanung tendensius.

Dikatakan Hanung, sedari kecil ia hidup di lingkungan yang bukan Islam. ”Kebetulan ibu saya Cina, saya juga punya dua hari besar, Lebaran dan Natal. Itu menjadi kehidupan pribadi saya yang sangat harmonis kala itu. Tapi, begitu masuk reformasi, yang terjadi adalah orde yang sangat represif,”ungkap suami Saskia Mecca ini.

Kedok Toleransi

Kemajemukan itu terlihat, ketika tiga keluarga dengan latar belakang yang berbeda saling berinteraksi. Keluarga Tan Kat Sun memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal, Keluarga Soleh dengan masalah kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan solehah.

Kemudian, Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan dengan Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Di film berdurasi 100 menit ini pula, dipaparkan hubungan antar keluarga ini berkaitan dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku.

Dalam trailernya itu ditampilkan beberapa tempat ibadah mulai dari gereja, masjid, dan kelenteng. Dari situ saja sudah bisa disimpulkan bahwa tema yang diangkat oleh Hanung terasa sangat berbahaya karena terasa akan mengundang kontroversi nantinya.

Dilanjutkan dengan sedikit konflik cerita yang masih samar-samar dalam trailer itu, konflik yang sudah pasti tentang sikap toleransi. Dari percakapan yang terdengar, sepertinya akan ada pernikahan yang berujung perpisahan, akan ada seorang tokoh yang melakukan pindah agama dan ada juga konflik yang menggambarkan permasalahan keluarga yang sangat menghebohkan. Juga terlihat beberapa adegan kekerasan, pertengkaran mulut dan derai air mata menyertai cerita dalam film ini.

Dan trailer ini di akhiri dengan pertanyaan, “Apa itu Islam Pak Ustad? Sebuah tanda tanya yang membuat semua orang yang melihat trailer ini mengeluarkan tanda tanya yang sangat besar, seperti apa film ini nantinya. Dalam film itu pula menyisakan pertanyaan besar, “Masih pentingkah kita berbeda?” (voa-Islam/arrahmah.com)

7 Jurusan Kuliah Yang Menjanjikan di Masa Depan


Bagi teman-teman yang baru lulus dari SMA, tentu jenjang kuliah jadi proses berikutnya untuk menjadi orang yang lebih sukses dan menjanjikan untuk masa depan. Untuk itu harus memilih jurusan yang tepat dan menjanjikan di masa depan. Berikut beberapa jurusan kuliah yang menjanjikan di masa depan :

Desain
Desain yang dimaksud di sini bukan hanya soal gambar saja namun yang lebih menjanjikan adalah desain produk atau desain industri. Desain seperti desain mobil, sepatu, payung, dan lain-lain.
Teknik
Walaupun banyak beranggapan bahwa jurusan teknik akan mengarahkan pada karyawan saja bukan menjadi Boss, sehingga membuat teknik elektro dan industri mengalami penurunan tiap tahunnya. Namun selama ada pembangunan dimana-mana, lulusan jurusan ini akan selalu dibutuhkan.
ICT (Information Communication and Techology)
Jurusan ini akan membahas soal hardware seperti gadget-gadget dan jaringan telekomunikasi. Selain ilmu hardware, ilmu software pun akan dipelajari di jurusan ini. Pengembangan pun mengikuti pangsa pasar, dan saat ini pangsa game terutama game online sangat membutuhkan jurusan ini. Nah bagi penggemar game baik online atau tidak sebaiknya ambil jurusan ini.
Bahasa dan Komunikasi
Jurusan ini menjanjikan di masa depan karena akan terjalin komunikasi dan hubungan internasional dalam perdagangan bebas yang semakin terbuka, maka Indonesia akan membutuhkan ahli-ahli di bidang komunikasi, terutama bahasa asing.
Planologi
Planologi atau perencanaan wilayah dan kota adalah suatu program studi yang mempelajari tentang cara merencana suatu wilayah dan kota. Semakin lama, sebagian besar orang akan hidup di daerah kota, perencanaan kota yang baik mutlak dibutuhkan dan jurusan ini memegang peranan penting untuk memberikan nasihat untuk pengembang usaha dalam skala makro.
Kesehatan dan Pendidikan
Peminat jurusan kesehatan akan semakin meningkat, apalagi kesehatan adalah segalanya bagi kehidupan manusia. Dari segi pendidikan, profesi seperti guru atau dosen semakin menjanjikan. Disamping uang, pahala pun didapat disini
Bisnis
Jurusan bisnis dipercaya akan berkembang di masa depan. Apalagi melihat semangat kewirausahaan yang semakin tumbuh di Indonesia. Bagi yang memiliki jiwa bisnis dan berwirausaha sebaiknya Anda pilih jurusan ini

Itulah beberapa jurusan yang menjanjikan di masa depan. Dalam mencapai kesuksesan juga akan membutuhkan kerja keras, kreatif, dan jeli melihat peluang. Namun selain melihat potensi pasar, ada baiknya Anda memperhatikan potensi diri sendiri. Jika memiliki bakat yang menjanjikan kesuksesan, sebaiknya Anda pilih jurusan yang mendukung bakat Anda. Jangan sampai salah jurusan ya.